اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَبِيْبِ الْمَحْبُوْبِ شَافِى الْعِلَلِ وَمُفَرِّجِ الْكُرَبِ

Kamis, 23 Desember 2010

AQIDAH


AQIDAH
Aqidah secara etimolog berasal dari 'aqada, yang berarti ikatan, tambatan. Dalam keseharian aqidah bermakna kepercayaan, keyakinan atau keimanan
Aqidah merupakan dasar dibangunnya ajaran Islam. Tanpa aqidah yang kokoh tidak mungkin ditegakkan ajaran Islam baik dalam individu maupun masyarakat.
Pokok-pokok Aqidah atau rukun iman, terdiri dari 6 hal yaitu iman kepada Allah, kepada Malaikat, kepada Kitab, kepada Rasul, kepada Hari Akhir,dan iman kepada taqdir
Dari ke-6 rukun iman di atas iman kepada Allah SWT merupakan keimanan yang paling mendasar, sebagaimana hadis dari Abu Zar :
"Dan ketahuilah bahwa, awal dari ibadah ialah mengenal ALLAH, bahwa ia yang pertama, sebab segala sesuatu, ......."
MENGENAL ALLAH
Manusia dapat mengenal ALLAH melalaui :
1. Fitrah/naluri,
 
Yaitu kecenderungan dasar manusia untuk mengenal & membutuhkan Allah(7:172).
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ (١٧٢)
172. dan (ingatlah Wahai Muhammad) ketika Tuhanmu mengeluarkan zuriat anak-anak Adam (turun-temurun) dari (tulang) belakang mereka, dan ia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (sambil ia bertanya Dengan firmanNya): "Bukankah Aku Tuhan kamu?" mereka semua menjawab: "Benar (Engkaulah Tuhan kami), Kami menjadi saksi". Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak: "Sesungguhnya Kami adalah lalai (tidak diberi peringatan) tentang (hakikat tauhid) ini".
Hal ini ditunjukkan ketika keadaan kritis manusia ingat Allah (10:12-22)
وَإِذَا مَسَّ الإنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَى ضُرٍّ مَسَّهُ كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٢)وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا كَذَلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ (١٣)ثُمَّ جَعَلْنَاكُمْ خَلائِفَ فِي الأرْضِ مِنْ بَعْدِهِمْ لِنَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ (١٤)وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ لا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا ائْتِ بِقُرْآنٍ غَيْرِ هَذَا أَوْ بَدِّلْهُ قُلْ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أُبَدِّلَهُ مِنْ تِلْقَاءِ نَفْسِي إِنْ أَتَّبِعُ إِلا مَا يُوحَى إِلَيَّ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ (١٥)قُلْ لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا تَلَوْتُهُ عَلَيْكُمْ وَلا أَدْرَاكُمْ بِهِ فَقَدْ لَبِثْتُ فِيكُمْ عُمُرًا مِنْ قَبْلِهِ أَفَلا تَعْقِلُونَ (١٦)فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الْمُجْرِمُونَ (١٧)وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلا فِي الأرْضِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (١٨)وَمَا كَانَ النَّاسُ إِلا أُمَّةً وَاحِدَةً فَاخْتَلَفُوا وَلَوْلا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ فِيمَا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ (١٩)وَيَقُولُونَ لَوْلا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَقُلْ إِنَّمَا الْغَيْبُ لِلَّهِ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ (٢٠)وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً مِنْ بَعْدِ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُمْ إِذَا لَهُمْ مَكْرٌ فِي آيَاتِنَا قُلِ اللَّهُ أَسْرَعُ مَكْرًا إِنَّ رُسُلَنَا يَكْتُبُونَ مَا تَمْكُرُونَ (٢١)هُوَ الَّذِي يُسَيِّرُكُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ حَتَّى إِذَا كُنْتُمْ فِي الْفُلْكِ وَجَرَيْنَ بِهِمْ بِرِيحٍ طَيِّبَةٍ وَفَرِحُوا بِهَا جَاءَتْهَا رِيحٌ عَاصِفٌ وَجَاءَهُمُ الْمَوْجُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ لَئِنْ أَنْجَيْتَنَا مِنْ هَذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ (٢٢)
12. dan apabila seseorang manusia ditimpa kesusahan, merayulah ia ditimpa Kami (dalam Segala keadaan), sama ada ia sedang berbaring atau duduk ataupun berdiri; dan manakala Kami hapuskan kesusahan itu daripadanya, ia terus membawa cara lamanya seolah-olah Dia tidak pernah merayu kepada Kami memohon hapuskan sebarang kesusahan Yang menimpanya (sebagaimana ia memandang eloknya bawaan itu) Demikianlah diperelokkan pada pandangan orang-orang Yang melampau apa Yang mereka lakukan.
13. dan Sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat Yang terdahulu daripada kamu semasa mereka berlaku zalim padahal telah datang kepada mereka Rasul-rasul mereka membawa keterangan-keterangan, dan mereka masih juga tidak beriman. Demikianlah Kami membalas kaum Yang melakukan kesalahan.
14. kemudian Kami jadikan kamu (Wahai umat Muhammad) khalifah-khalifah di bumi menggantikan mereka Yang telah dibinasakan itu, supaya Kami melihat apa pula corak dan bentuk kelakuan Yang kamu akan lakukan.
15. dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami Yang jelas nyata, berkatalah orang-orang Yang tidak menaruh ingatan menemui Kami (untuk menerima balasan): "Bawalah Quran Yang lain daripada ini atau tukarkanlah Dia ". Katakanlah (Wahai Muhammad): "Aku tidak berhak menukarkannya Dengan kemahuanku sendiri, Aku hanya tetap menurut apa Yang diwahyukan kepadaKu sahaja. Sesungguhnya Aku takut, - jika Aku menderhaka kepada Tuhanku, - akan azab hari Yang besar (soal jawabnya)".
16. Katakanlah (Wahai Muhammad): "Jika Allah kehendaki (supaya Aku tidak membacakan Al-Quran ini kepada kamu), tentulah Aku tidak dapat membacakannya kepada kamu, dan tentulah ia tidak memberitahu kamu akan Al-Quran ini (dengan perantaraanku); kerana Sesungguhnya Aku telah tinggal Dalam kalangan kamu satu masa Yang lanjut (dan kamu pula mengenal Aku sebagai seorang Yang amanah) sebelum turunnya Al-Quran ini; maka mengapa kamu tidak mahu memikirkannya?"
17. Dengan Yang demikian, tidaklah ada Yang lebih zalim daripada orang Yang berdusta terhadap Allah, atau Yang mendustakan ayat-ayatNya. Sesungguhnya orang-orang Yang berdosa itu tidak akan berjaya.
18. dan mereka menyembah Yang lain dari Allah, sesuatu Yang tidak dapat mendatangkan mudarat kepada mereka dan tidak dapat mendatangkan manfaat kepada mereka dan mereka pula berkata: "Mereka (yang Kami sembah itu) ialah pemberi-pemberi syafaat kepada Kami di sisi Allah". Katakanlah (Wahai Muhammad): "Adakah kamu hendak memberitahu kepada Allah akan apa Yang ia tidak mengetahui adanya di langit dan di bumi (padahal Allah mengetahui segala-galanya)? Maha suci Allah dan tertinggi keadaannya dari apa Yang mereka sekutukan."
19. dan (ketahuilah bahawa) manusia pada mulanya tidak memeluk melainkan ugama Yang satu (ugama Allah), kemudian (dengan sebab menurut hawa nafsu dan Syaitan) mereka berselisihan. dan kalau tidaklah kerana telah terdahulu kalimah ketetapan dari Tuhanmu (untuk menangguhkan hukuman hingga hari kiamat), tentulah telah diputuskan hukuman di antara mereka (dengan segeranya di dunia) mengenai apa Yang mereka perselisihkan itu.
20. dan mereka Yang ingkar itu berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepada (Muhammad) satu mukjizat dari Tuhannya? "Maka jawablah (Wahai Muhammad): "Sesungguhnya perkara Yang ghaib itu tertentu bagi Allah; oleh itu tunggulah (hukuman Allah), Sesungguhnya Aku juga di antara orang-orang Yang menunggu.
21. dan apabila Kami beri manusia merasai sesuatu rahmat sesudah mereka ditimpa sesuatu kesusahan, mereka Dengan serta-merta melakukan rancangan mereka menentang ayat-ayat keterangan Kami Dengan mendustakannya dan mengingkarinya. Katakanlah (Wahai Muhammad): "Allah lebih cepat melakukan rancangan menentangnya!" Sesungguhnya malaikat-malaikat utusan Kami sentiasa menulis akan rancangan tipu daya Yang kamu jalankan itu.
22. Dia lah Yang menjalankan kamu di darat dan di laut (dengan diberi kemudahan menggunakan berbagai jenis kenderaan); sehingga apabila kamu berada di Dalam bahtera, dan bahtera itu pula bergerak laju membawa penumpang-penumpangnya Dengan tiupan angin Yang baik, dan mereka pun bersukacita dengannya; tiba-tiba datanglah kepadanya angin ribut Yang kencang, dan mereka pula didatangi ombak menimpa dari Segala penjuru, serta mereka percaya Bahawa mereka diliputi oleh bahaya; pada saat itu mereka semua berdoa kepada Allah Dengan mengikhlaskan kepercayaan mereka kepadanya semata-mata (sambil merayu Dengan berkata): "Demi sesungguhnya! jika Engkau (Ya Allah) selamatkan Kami dari bahaya ini, Kami tetap menjadi orang-orang Yang bersyukur".

2. Akal

Dengan merenungi fenomena alam maupun penalaran logis manusia bisa menenal Allah. Banyak argumentasi yang digunakan, misalnya dalil keteraturan, dalil keindahan, dalil kausalitas, dll.
3. Wahyu
Melalui informasi Allah kepada Rasul, yang kemudian disampaikan kepada seluruh manusia (20 :14)
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي (١٤)
14. "Sesungguhnya Akulah Allah; tiada Tuhan melainkan Aku; oleh itu, Sembahlah akan daku, dan dirikanlah sembahyang untuk mengingati daku.
TAUHID
Tauhid yang berarti mengesakan Allah, lawannya adalah Syirk yang berarti menyekutukan Allah. Tauhid memiliki 2 aspek :

1. Tauhid Ilmi (teoritis)

Yaitu pemahaman yang benar mengenai Allah SWT. Tauhid teoritis menjauhkan manusia dari pemahaman yang salah mengenai Allah.
Tauhid memandang Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Keesaan Allah meliputi baik Zat-Nya (Tauhid Zati), Sifat-Nya (Tauhid Sifati), dan Perbuatan-Nya (Tauhid Fi'li).
Tauhid Zati berarti bahwa Allah merupakan Tuhan Yang Mutlah (Absolut), Sumber Segala Sesuatu, yang tak memiliki penyerupaan dan pembanding (Distinct). Dan bahwa Dia adalah Pencipta, Wajibul wujud, yang Esa (Unique) QS 112:1-4
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (١)اللَّهُ الصَّمَدُ (٢)لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (٣)وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (٤)
1. Katakanlah (Wahai Muhammad): "(Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa;
2. "Allah Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat;
3. "Ia tiada beranak, dan ia pula tidak diperanakkan;
4. "Dan tidak ada sesiapapun Yang serupa denganNya".
Tauhid Shifati berarti bahwa Allah memiliki pelbagai Sifat dan Nama-nama yang Baik (Asmaul-Husna), yang terpelihara dari kelemahan (QS 59:22- 24).
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (٢٢)هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (٢٣)هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٢٤)
22. Dia lah Allah, Yang tidak ada Tuhan melainkan dia; Yang mengetahui perkara Yang ghaib dan Yang nyata; Dia lah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
23. Dia lah Allah, Yang tidak ada Tuhan melainkan dia; Yang Menguasai (sekalian alam); Yang Maha Suci; Yang Maha Selamat sejahtera (dari Segala kekurangan); Yang Maha melimpahkan Keamanan; Yang Maha pengawal serta Pengawas; Yang Maha Kuasa; Yang Maha kuat (menundukkan segala-galanya); Yang Melengkapi Segala KebesaranNya. Maha suci Allah dari Segala Yang mereka sekutukan dengannya.
24. Dia lah Allah, Yang menciptakan sekalian makhluk; Yang mengadakan (dari tiada kepada ada); Yang membentuk rupa (makhluk-makhlukNya menurut Yang dikehendakiNya); bagiNyalah nama-nama Yang sebaik-baiknya dan semulia-mulianya; bertasbih kepadanya Segala Yang ada di langit dan di bumi; dan Dia lah Yang tiada bandingNya, lagi Maha Bijaksana.


 Dengan nama-nama itu kita menyeru kepadanya (17:110, 7:180)
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى وَلا تَجْهَرْ بِصَلاتِكَ وَلا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلا (١١٠)
110. Katakanlah (Wahai Muhammad): "Serulah nama " Allah" atau nama "Ar-Rahman", Yang mana sahaja kamu serukan (dari kedua-dua nama itu adalah baik belaka); kerana Allah mempunyai banyak nama-nama Yang baik serta mulia". dan janganlah Engkau nyaringkan bacaan doa atau sembahyangmu, juga janganlah Engkau perlahankannya, dan gunakanlah sahaja satu cara Yang sederhana antara itu.
وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٨٠)
180. dan Allah mempunyai nama-nama Yang baik (yang mulia), maka serulah (dan berdoalah) kepadanya Dengan menyebut nama-nama itu, dan pulaukanlah orang-orang Yang berpaling dari kebenaran Dalam masa menggunakan nama-namaNya. mereka akan mendapat balasan mengenai apa Yang mereka telah kerjakan.
Tauhid Fi'li berarti bahwa Allah adalah Penguasa (Rabb) seluruh alam semesta, bahwa semua partikel dan kesadaran bergerak karena kuasa dan kehendak Allah.
Dengan demikian Tauhid menentang segala faham yang menyekutukan Allah (Syirk), baik :
- meniadakan-Nya (Atheis),
- membilangkan-Nya (Politeis, Trinitas dan Dualisme Tuhan),
- Mensifati dengan sifat nisbi seperti beranak, lupa, beristri , dll.
- Menyembah makhluk, seperti matahari, bulan, jin, manusia, dll


2. Tauhid Amali

Sebagai konsekuensi Tauhid Ilmi adalah tauhid amali, yaitu sikap dan perbuatan untuk meng-esakan Allah. Mengesakan Allah dalam sikap dan perbuatan itulah yang disebut ibadah. Ibadah adalah mengikuti perintah/syari'at-Nya. Sedang lawannya adalah ma'syiat, yaitu memuja/memperturutkan selain kepada Allah.
Agar bisa melaksanakan tauhid dalam amal (tauhid amali), manusia harus menundukkan hawa nafsunya agar bisa tunduk kepada syari'at-Nya. Jika tidak mampu maka justru hawa nafsu yang akan menjadi tuhannya (25 : 43, 45 : 23)
أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلا (٤٣)
43. Nampakkah (Wahai Muhammad) keburukan keadaan orang Yang menjadikan hawa nafsunya: Tuhan Yang dipuja lagi ditaati? maka Dapatkah Engkau menjadi Pengawas Yang menjaganya jangan sesat?
أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلا تَذَكَّرُونَ (٢٣)
23. Dengan Yang demikian, Bagaimana fikiranmu (Wahai Muhammad) terhadap orang Yang menjadikan hawa nafsunya: Tuhan Yang dipatuhinya, dan ia pula disesatkan oleh Allah kerana diketahuiNya (bahawa ia tetap kufur ingkar), dan dimeteraikan pula atas pendengarannya dan hatinya, serta diadakan lapisan penutup atas penglihatannya? maka siapakah lagi Yang dapat memberi hidayah petunjuk kepadanya sesudah Allah (menjadikan Dia berkeadaan demikian)? oleh itu, mengapa kamu (Wahai orang-orang Yang ingkar) tidak ingat dan insaf?
Tauhid ini akan membebaskan manusia dari penyembahan kepada makhluk menuju penyembahan kepada Allah SWT semata. Dalam Al-Quran yang disembah selain Allah, sering disebut dengan thaghut (thagha : melampaui batas, tirani).   Toghut/tirani bisa berupa alam (6 :76 -78)
فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَبًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لا أُحِبُّ الآفِلِينَ (٧٦)فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لأكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ (٧٧)فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَذَا رَبِّي هَذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ (٧٨)
76. maka ketika ia berada pada waktu malam Yang gelap, ia melihat sebuah bintang (bersinar-sinar), lalu ia berkata: "Inikah Tuhanku?" kemudian apabila bintang itu terbenam, ia berkata pula: "Aku tidak suka kepada Yang terbenam hilang".
77. kemudian apabila dilihatnya bulan terbit (menyinarkan cahayanya), Dia berkata: "Inikah Tuhanku?" maka setelah bulan itu terbenam, berkatalah dia: "Demi sesungguhnya, jika Aku tidak diberikan petunjuk oleh Tuhanku, nescaya menjadilah Aku dari kaum Yang sesat".
78. kemudian apabila Dia melihat matahari sedang terbit (menyinarkan cahayanya), berkatalah dia: "Inikah Tuhanku? ini lebih besar". setelah matahari terbenam, Dia berkata pula: ` Wahai kaumku, Sesungguhnya Aku berlepas diri (bersih) dari apa Yang kamu sekutukan (Allah dengannya).
, berhala (buatan manusia, 16 : 20-22)
وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ (٢٠)أَمْوَاتٌ غَيْرُ أَحْيَاءٍ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ (٢١)إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَالَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ قُلُوبُهُمْ مُنْكِرَةٌ وَهُمْ مُسْتَكْبِرُونَ (٢٢)
20. dan makhluk-makhluk Yang mereka sembah selain dari Allah itu tidak dapat menciptakan sesuatupun, bahkah merekalah Yang diciptakan.
21. makhluk-makhluk itu tetap akan mati, bukanlah kekal hidup; dan mereka tidak mengetahui Bilakah masing-masing akan dibangkitkan (menerima balasan).
22. Tuhan kamu (yang berhak disembah) ialah Tuhan Yang satu (Maha Esa); oleh itu, orang-orang Yang tidak beriman kepada hari akhirat: hati mereka ingkar dan sikap zahir mereka sombong takbur (menentang kebenaran).
, manusia lain (spt. pemimpin, 33 : 67)
وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلا (٦٧)
67. dan mereka berkata lagi: "Wahai Tuhan kami, Sesungguhnya Kami telah mematuhi kehendak ketua-ketua dan orang-orang besar kami, lalu mereka menyesatkan Kami dari jalan Yang benar.
, tradisi (2 :170)
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ (١٧٠)
170. dan apabila dikatakan kepada mereka" Turutlah akan apa Yang telah diturunkan oleh Allah" mereka menjawab: "(Tidak), bahkan Kami (hanya) menurut apa Yang Kami dapati datuk nenek Kami melakukannya". Patutkah (Mereka menurutnya) sekalipun datuk neneknya itu tidak faham sesuatu (Apa pun tentang perkara-perkara ugama), dan tidak pula mendapat petunjuk hidayah (dari Allah)?
, maupun diri sendiri (25 : 43).
أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلا (٤٣)
43. Nampakkah (Wahai Muhammad) keburukan keadaan orang Yang menjadikan hawa nafsunya: Tuhan Yang dipuja lagi ditaati? maka Dapatkah Engkau menjadi Pengawas Yang menjaganya jangan sesat?

Senin, 20 Desember 2010

Hari, bulan, dan amalan yang paling baik

Hari, bulan, dan amalan yang paling baik
Ketika ditanya hari, bulan, dan amalan yang paling baik, Ibnu Abbas menjawab, " Hari yang paling baik adalah hari Jum'at, bulan yang paling baik adalah bulan ramadhan, dan amal yang paling baik adalah shalat lima waktu tepat pada waktunya. Kemudian Ibnu Abbas meninggal dunia pada hari tersebut. Tiga hari sesudah Ibnu Abbas meninggal, sampilah berita kepada Ali ra. bahwa Ibnu Abbas pernah ditanya tentang tiga hal tersebut dan Ibnu Abbas menjawab dengan tiga jawaban tersebut.

Ali ra. berkata, " Apabila para ulama, hukama, dan fuqaha, dari Masyrik sampai Maghrib ditanya tentang hal itu, pasti mereka akan menjawab seperti jawaban Ibnu Abbas, kecuali saya, yang akan menjawab sebagai berikut : amal yang paling baik adalah amal yang diterima di sisi Allah, bulan yang palin baik adalah bulan di mana kamu bertobat kepada Allah dengan tobat yang sempurna, dan sebaik-baik hari adalah hari di mana kamu mati kembali kepada Allah dalam keadaan iman kepadanya."
Ibnu Abbas mengatakan, bahwa yang disebut Tobat Nasuha adalah :" Menyesali dosa yang ia kerjakan memohon ampun dengan lisan, mencabut/menghentikan perbuatan maksiat itu dengan anggota badan, dan berjanji tidak akan kembali melakukan hal-hal yang dilarang Allah Swt."

" Tobat Mashuha adalah tobat yang sesudah tobatnya itu tidak mengulangi berbuat maksiat baik secara rahasia ataupun secara terang-terangan." 


" Tobatan Nashuha adalah tobat yang mewariskan kebahagiaan di dunia dan di akhirat bagi orang yang melakukannya."

Nashoihul Ibad Makalah Keempat Puluh

Selasa, 17 Agustus 2010

Mutiara Hikmah 4 Kata

Mutiara Hikmah 4 Kata

  • Rasulullah SAW bersabda :
  1. Bintang-gemintang adalah pengaman, bagi penduduk di atas awan. Apabila ia terpendar murai, sungguh aku tak tahu apa yang akan terjadi.
  2. Ahli baitku adalah penjaga, bagi seluruh ummat yang ada. Apabila mereka telah tiada, maka hukum Ilahi yang berbicara.
  3. Aku adalah pelindung, bagi sahabat-sahabatku kini. Jika nanti aku mati, itulah hukum Allah yang menggariskan.
  4. Gunung-gunung adalah pengukuh, bagi penghuni bumi secara utuh. Jika pun nanti ia tercerai-berai, terserah amar Allah akan menyikapi.
  • Rasulullah SAW pernah berkata kepada Abu Dzar Al-Ghifari :
  1. Abu Dzar, benahilah bahtera, sebab samudera hidup teramat dalam airnya.
  2. Siapkanlah bekal sebanyak-banyaknya, sebab perjalanan diri masih teramat lama.
  3. Ringankanlah beban di pundakmu, sebab jalan yang engkau tempuh terjal berliku.
  4. Sucikanlah perbuatanmu, sebab penyelidik selalu saja memantaumu.

  • Rasulullah SAW bersabda :
Tanda-tanda orang celaka adalah :
  1. Lupa dosa masa lampau, padahal Allah mencatatnya.
  2. Ingat kebaikannya yang telah lalu, padahal belum tentu diterima.
  3. Dalam hal duniawi, memandang orang yang setingkat di atasnya.
  4. Dalam hal ukhrawi, memandang orang yang sederajat di bawahnya.
Sedangkan tanda-tanda orang bahagia adalah :
  1. Ingat kesalahan yang dilakukan.
  2. Tidak mengagungkan kebaikan yang diamalkan.
  3. Dalam hal duniawi, melihat betapa banyak orang yang di bawahnya.
  4. Dalam hal ukhrawi, melihat betapa amal baktinya belum seberapa.
  • Rasulullah SAW bersabda :
  1. Shalat adalah tiang agama.
  2. Amal sedekah padamkan murka.
  3. Puasa membuat selamat dari neraka.
  4. Jihad merupakan geraham agama.
  • Abu Bakar ra berkata :
Empat hal akan sempurna, dengan hadirnya empat perkara :
  1. Kesempurnaan shalat dengan sujud sahwi.
  2. Kesempurnaan puasa dengan zakati diri.
  3. Kesempurnaan haji dengan membayar fidyah.
  4. Kesempurnaan iman dengan jihad fi sabilillah.
  • Umar ra berkata :
Ada empat macam lautan, yaitu :
  1. Lautan dosa adalah hawa.
  2. Lautan syahwat adalah nafsu.
  3. Lautan usia adalah kematian.
  4. Lautan penyesalan adalah kuburan.
  • Utsman ra berkata :
Aku dapati manusia berbakti pada empat intisari berbakti :
  1. Menjalani perintah Ilahi.
  2. Menjauhi larangan Allah Yang Maha Tinggi.
  3. Amar ma’ruf dan mengharap pahala.
  4. Nahi munkar dan menghindari murka.
Empat keutamaan mengandung kewajiban :
  1. Bergaul orang saleh itu utama, mengikuti jejaknya adalah kewajiban.
  2. Membaca al-Qur’an itu mulia, mengaplikasikannya adalah sebuah keharusan.
  3. Ziarah kubur itu utama, bersiap diri menuju ke sana adalah kewajiban.
  4. Menengok orang sakit itu mulia, sedang meminta wasiat adalah keharusan.
  • Abdullah bin Mubarak berkata :
  1. Hak-hak shalat telah terpenuhi apabila seseorang telah menjalani dua belas rakaat sunnah dalam sehari.
  2. Hak-hak puasa telah terselesaikan apabila seseorang telah melaksanakan tiga hari puasa sunnah dalam sebulan.
  3. Hak-hak baca telah terlunasi jika seseorang telah mengaji seratus ayat Al-Qur’an dalam sehari.
  4. Hak-hak sedekah telah tersalurkan apabila seseorang telah mendermakan satu dirham hartanya dalam sepekan.
  • Hatim Al-Asham berkata :
  1. Adalah dusta orang yang mengaku cinta Allah, tapi tak pernah peduli akan larangan-Nya.
  2. Orang yang mengaku cinta Rasul, tapi menelantarkan fakir miskin di sekitarnya.
  3. Orang yang mengaku takut neraka, namun tak indahkan dosa-dosa.
  4. Orang yang mengaku cinta surga, namun tak mau mendermakan hartanya.
  • Abdullah bin Mas`ud ra berkata :
Penyebab hati menjadi mati adalah :
  1. Terlalu banyak makan.
  2. Berteman dengan orang zalim dan ikut haluannya.
  3. Melupakan dosa-doa yang pernah dilakukan.
  4. Menumpuk tinggi angan-angan.
Sedang penerang hati adalah :
  1. Makan sekadarnya.
  2. Berteman dengan orang-orang saleh dan mengikutinya.
  3. Ingat dosa yang pernah dilakukannya.
  4. Membangun harapan sesuai kemampuan.
  • Seorang filosuf berkata :
Dari empat hal kebaikan, muncul darinya empat hal yang lebih baik, yaitu :
  1. Rasa malu bagi laki-laki adalah baik, namun bagi perempuan, itu lebih baik.
  2. Bersikap adil bagi setiap orang adalah baik, namun bagi penguasa, jauh lebih baik.
  3. Taubat oleh orang tua adalah baik, namun oleh anak muda, jauh lebih baik.
  4. Murah hati bagi orang kaya adalah baik, namun bagi orang miskin tentu lebih baik.
  • Seorang penyair berkata :
  1. Adalah wajib bagi manusia, untuk bertobat dari dosa, namun ada yang lebih wajib baginya, ialah meninggalkan dosa-dosa.
  2. Adalah berat bagi setiap insan, untuk bertabah atas cobaan, namun jauh lebih memberatkan, jika ia tak punya pahala di sisi Tuhan.
  3. Adalah menakjubkan, jika seorang hamba berbakti sepanjang hari, namun lebih menakjubkan, bila ada seorang abdi lupa diri.
  4. Adalah teramat dekat, sesuatu yang akan terjadi, namun jauh lebih dekat, ajal datangnya mati.

Pengikut

Suara Qur'an